Survei LKPI, Sosok Wakil Gubernur Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Jambi.
TIMESINDONESIA, PALEMBANG – LKPI (Lembaga Kajian Publik Independen) mengeluarkan hasil survei terbarunya terkait Pilgub Jambi yang akan dilangsungkan 9 Desember 2020. Survei yang digelar 9-19 Agustus 2020 dilakukan dengan melibatkan 820 responden (82 desa/ kelurahan ) yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten/kota Jambi dengan metode multi stage random sampling. Adapun Marjin of error +/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95 % dan semua peneliti lapangan (pewawancara) adalah mahasiswa.
Kali ini, nama SY Fasha yang juga merupakan Wali Kota Jambi ini berada pada posisi pertama dari calon-calon yang akan bertarung pada perhelatan demokrasi di Bumi Batang Hari Sembilan ini.
“Elektabilitas SY Fasha masih teratas. Pada pertanyaan terbuka (top of mind) yakni tanpa menyebutkan nama calon gubernur yang akan dipilih, SY Fasha masih tetap unggul,” ungkap Direktur Eksekutuf LKPI Arianto, ST, M Si, M Ikom, Rabu (26/8/2020) kepada TIMES Indonesia.
Dalam simulasi uji kekuatan pemilih juga didapatkan pada pertanyaan tertutup dengan menyodorkan empat nama calon yang akan maju hasilnya adalah SY Fasha ( 26 %), Cek Endra ( 22,8 %), Al Haris ( 17,8 %) dan Fachrori Umar (11,4 %). Sedangkan massa yang belum menentukan pilihan (22%). Lebih lanjut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menggambarkan kuatnya tarikan elektoral SY Fasha dalam survei kali ini tidak lepas dari figur SY Fasha yang dianggap pemilih dapat membawa perubahan di Provinsi Jambi yang lebih baik lagi kedepan. Selain itu, alasan masyarakat memilih SY Fasha adalah perhatian pada rakyat, sudah ada bukti nyata dan orangnya pintar serta berpengalaman di pemerintahan.
Ketika ditanya dari pesaing SY Fasha yang kuat, mantan Kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu ini mengatakan,nama Cek Endra dan Abdullah Haris merupakan penantang kuat bagi SY Fasha. Secara statistik, baik diukur interpolasi dan ekstrapolasi elektabilitas, tautan angka elektabilitas yang tidak terlalu jauh, masih dalam katagori masuk arsir marjin of error. Dalam ulasan LKPI, dilihat dari interval elektabilitas, SY Fasha, Cek Endra dan Abdul Haris akan semakin gencar dalam menjaga ritme elektabilitas. SY Fasha pastinya akan berusaha memperlebar jarak elektabilitas antara dua rival utamanya. Sementara Cek Endra dan Abdullah Haris akan mendobrak elektabilitas SY Fasha dan pastinya berusaha unggul. Tentunya ini akan menjadi pertarungan yang akan sengit baik dari Tim Sukses/Tim Pendukung, Tim parpol pengusung/pendukung, relawan, simpatisan dan tentunya calon itu sendiri.
“Pengalaman survei yang LKPI lakukan, pola dan jarak elektabilitas seperti masih dapat berubah, terlebih lagi seandainya ada calon yang tidak maju,” ujar mantan Auditor Survei Penjaringan Calon Presiden Partai Demokrat ini.
Dilihat dari ketatnya angka elektabilitas dari calon, posisi calon wakil gubernur cukup menentukan untuk dapat mendongkrak angka elektabilitas. Nama Ratu Munawarah, Abdullah Sani dan Asafri Jaya Bakri merupakan tiga nama yang layak dan potensial untuk dijadikan calon Wakil Gubernur bagi SY Fasha, Cek Endra, Abdul Haris dan Fachrori Umar. Dengan tidak salah memilih calon wakil gubernur, minimal angka elektabilitas yang saat ini (survei digelar) sudah ada justru tidak akan mengurangin atau tergerus dikemudian hari.
“Dari uji simulasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan, SY Fasha masih menempati urutan teratas dan kondisi ritme elektabilitas calon-calon lainnya juga masih terjaga ritmenya secara positif apabila nama calon wakil gubernurnya yang diambil seperti nama Ratu Munawarah, Abdullah Sani, Asafri Jaya Bakri). “Kami melakukan simulasi pasangan calon ini mengasumsikan bahwa empat nama calon gubernur tersebut maju semua,” terang Direktur Eksekutif LKPI ini terkait survei Pilgub Jambi. (*)
Sumber : https://timesindonesia.co.id/politik/292900/survei-lkpi-sosok-wakil-gubernur-jadi-penentu-kemenangan-di-pilgub-jambi